Home » Digital Marketing Trend Terbaru untuk E-Commerce di Masa Covid-19 (Corona)

Digital Marketing Trend Terbaru untuk E-Commerce di Masa Covid-19 (Corona)

  • by

Kehidupan kita berubah dengan sangat cepat dalam beberapa minggu terakhir ini akibat adanya pandemi COVID-19. Karena adanya larangan untuk beraktivitas di luar, sekolah-sekolah ditutup, dan pemerintah bersama polisi terus berupaya menertibkan masyarakat yang membuat kerumunan, kita semua harus menuruti himbauan tersebut dengan berdiam diri saja di rumah, untuk mengurangi persebaran virus corona. Banyak bisnis kecil yang mengikuti himbauan tersebut mulai merasakan dampaknya terhadap kondisi keuangan mereka. Tak hanya itu, kondisi pandemi ini juga menciptakan digital marketing trend terbaru e-commerce di masa Covid-19 yang baru dalam dunia bisnis.

Perubahan Besar dalam Kebiasaan Belanja Masyarakat

Gerakan #dirumahaja jelas mengubah kebiasaan orang-orang dalam berbelanja. Hal tersebut juga mempengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan. Ada bisnis yang siap beradaptasi dengan kondisi ini dan ada yang tidak. Lagipula, perubahan kebiasaan belanja masyarakat juga bukan berarti menjadi kegagalan bagi sebuah bisnis. Memang perilaku konsumen tersebut memunculkan trend baru yang akhirnya juga mendorong tim marketing agar mampu membuat strategi yang sesuai. 

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui tentang trend marketing yang baru muncul sebagai akibat dari pandemi COVID-19. Digital marketing sebagai trend terbaru bagi e-commerce di masa Covid-19 yang sedang terjadi, jika disikapi dengan tepat, maka tidak akan membuat Anda rugi besar. Mari pelajari lebih lanjut mengenai trendnya beserta cara meresponnya.

Trend 1: COVID-19 mengurangi jumlah pembeli yang datang ke toko hingga 90%

Karena orang-orang melakukan social distancing dan menghindari keluar rumah kalau tidak benar-benar perlu, serta toko-toko fisik yang juga tutup atau membatasi jumlah pengunjungnya, maka banyak pedagang yang makin sulit juga menjual dagangannya. Apalagi, jika mereka tidak punya toko online. Menurut grafik hasil laporan di Wordstream, pada awal minggu pertama Maret, kunjungan toko menurun 24%. Lalu, pada minggu kedua menurun lagi sampai 46%. Kemudian, terus menurun sampai 80%, hingga kini berkurang hingga 90%. Makanya, toko-toko yang makin sepi pembeli juga semakin rugi.

Cara tepat merespon: Bikin bisnis online sendiri

Karena tidak bisa menjual barangnya secara langsung, kini bisnis kecil banyak yang mengalihkan jualannya jadi secara online. Anda pun perlu melakukannya. Langkah-langkah sederhana untuk melakukannya yakni yang pertama Anda bisa membuat website toko Anda dengan tampilan sederhana. Kedua, daftarkan bisnis Anda pada Google My Business agar toko Anda bisa muncul di hasil pencarian Google dan Google Maps, beserta informasi jam operasionalnya, alamat, foto hingga ulasannya. Ketiga, promosikan bisnis Anda melalui media sosial, iklan Google dan iklan Facebook.

Trend 2: COVID-19 mendominasi hasil pencarian di Google

Karena virus menyebar dengan sangat cepat, maka informasi tentang persebaran tersebut terus ditayangkan secara real time. Inilah yang mendominasi pencarian Google sekarang ini. Selama beberapa minggu terakhir, pencarian yang hanya berupa kata-kata “coronavirus” atau “COVID” pasti dihapus. Namun, istilah-istilah tersebut sering ditambahkan pada pencarian sehari-hari seperti “tiket pesawat corona” atau “bayar pajak sepeda motor covid”.

Cara tepat merespon: Sesuaikan campaign PPC untuk terms dan pencarian baru

Selalu tinjau pencarian yang menjadi trend setiap hari karena itu bisa saja berubah. Ini karena semua pencarian sekarang pasti terkait dengan COVID-19. Temukan juga kata kunci yang tidak relevan sehingga Anda bisa menghindarinya, supaya tidak terikut dalam campaign Anda padahal itu tidak memberi keuntungan apa-apa. Jangan lupa juga selalu mengikuti pencarian COVID-19 yang sedang trending. Ini merupakan bagian dari digital marketing trend terbaru di masa Covid-19. Anda bisa mencari trend tersebut dengan menggunakan Google Trend Coronavirus Hub yang baru-baru ini dirilis oleh Google Trends, yang didedikasikan khusus untuk trend pencarian COVID-19 secara spesifik.

Trend 3: Mobile search berkurang sampai 25%

Karena orang-orang hanya tinggal di rumah saja dan tidak bepergian ke mana-mana, mereka juga semakin jarang browsing untuk melakukan pencarian lewat mobile. Ini berarti bisa mengurangi pemasukan campaign pencarian berbayar dari traffic mobile seluler. 

Cara Tepat Merespon: Mengurangi campaign PPC melalui mobile traffic

Sesuaikan kembali bid Anda. Terutama jika Anda telah mengatur penyesuaian bid sebelumnya, namun menggunakan data yang relevan pada saat itu, maka untuk sekarang Anda perlu melakukan penyesuaian. Karena orang-orang lebih sering melakukan pencarian melalui desktop sekarang ini. Anda juga bisa mempertimbangkan smart bidding. Strategi smart bidding Google dapat membantu Anda dengan membaca perubahan data dan menyesuaikan bid secara real time untuk menyesuaikannya dengan target. Saat memilih strategi smart bidding, pastikan Anda juga mempertimbangkan target dan anggaran campaign Anda.

Seperti yang kita ketahui, pandemi coronavirus memang mengubah kehidupan kita sehari-hari, setidaknya ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Untuk itulah, Anda juga perlu persiapan untuk mengantisipasi digital marketing sebagai trend terbaru bagi e-commerce Anda di masa Covid-19. Selalu jaga kesehatan, dan terapkan social distancing. Sementara berada di rumah, tetap perhatikan akun PPC (Pay Per Click) Anda. Untuk optimalkan strategi digital marketing Anda, Maxsol siap berikan solusi terbaik. Dengan pengalaman Maxsol selama 10 tahun di bidang industri Digital Creative Solution, bisnis online Anda akan tetap melesat di masa pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *