Home » Panduan Lengkap Aplikasikan Influencer Marketing yang Tepat Sasaran

Panduan Lengkap Aplikasikan Influencer Marketing yang Tepat Sasaran

  • by

Dalam beberapa tahun terakhir, influencer marketing terus berkembang dengan pesat. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan penelitian Linqia, 86% marketer telah menggunakannya, dan 94% di antara mereka membuktikan bahwa itu efektif. Influencer dapat membantu Anda mempromosikan keaslian brand Anda, sehingga ini bagus untuk membangun kepercayaan. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat meningkatkan engagement, website traffic dan konversi.

Panduan Lengkap Aplikasikan Influencer Marketing
Panduan Lengkap Aplikasikan Influencer Marketing

Inilah mengapa banyak brand besar memanfaatkan marketing channel yang powerful ini. Kenyataannya, dari brand-brand global banyak sekali yang menggunakan marketing dengan cara tersebut. Seperti salah satu contohnya yakni campaign marketing influencer yang dilakukan oleh Colgate-Palmolive. Mereka berkolaborasi dengan Jenn Im di channel YouTube clothesencounters, yang memiliki lebih dari 1,9 juta subscriber. Video campaign tersebut, yang dibuat oleh Jenn, telah ditonton lebih dari 500.000 kali.

Meskipun banyak brand besar yang menggunakan influencer marketing, bukan berarti usaha kecil dan menengah tidak dapat menjangkau marketing dengan strategi ini. Nyatanya, Anda bisa membuat campaign marketing influencer dengan bujet berapapun.

Maka dari itu, mari kita pelajari strateginya langkah demi langkah, seperti berikut ini:

1. Mulai dengan membuat target

Mengeksekusi campaign marketing influencer tanpa target yang jelas sama seperti traveling tanpa destinasi tujuan. Jadi, seperti saat Anda ingin pergi ke suatu tempat, tapi tidak yakin mau ke mana. Anda hanya terus berjalan tanpa arah, membuang waktu, energi dan bahkan biaya. Sebelum Anda mulai membuat rencana campaign, tentukan dahulu target Anda.

Apa yang ingin Anda dapatkan dari campaign ini?

Anda ingin meningkatkan performa marketing tapi aspek apa yang ingin Anda tingkatkan dan perbaiki? Apakah itu engagement, brand awareness, konversi atau semuanya sedikit demi sedikit? Jika tidak, mungkin Anda ingin mempromosikan produk baru atau sebuah event kepada audiens yang relevan. Apapun target Anda, maka Anda harus memaparkannya, lalu gunakan tujuan Anda tersebut sebagai acuan untuk merencanakan campaign Anda.

Target Anda akan membantu Anda menemukan influencer yang tepat untuk Anda ajak bekerja sama, dan bagaimana Anda bisa mengeksekusi campaign Anda dengan cara terbaik.

Sebagai contoh, jika Anda ingin sebanyak mungkin orang tahu tentang brand Anda, maka cari influencer dengan jangkauan besar. Mintalah mereka untuk menyampaikan cerita tentang brand Anda dengan cara unik mereka sendiri. Jika tidak, kalau Anda ingin menciptakan engagement, maka carilah micro-influencer yang bisa menjangkau audiens yang relevan dan membuat mereka engaged dengan brand Anda. Anda pun bisa meminta influencer untuk mempromosikan kontes giveaway, di mana follower mereka dapat memenangkan produk atau pengalaman dari bisnis Anda.

2. Cari influencer yang tepat

Sekarang, begitu Anda sudah memiliki target, maka Anda bisa mencoba mencari influencer yang dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda tersebut.

Hal yang perlu Anda ingat adalah influencer yang Anda pilih harus relevan dengan brand dan target Anda.

Untuk mendapatkan influencer yang tepat, carilah mereka yang bisa membantu Anda untuk:

  1. Meningkatkan brand awareness – Ini adalah influencer yang punya jangkauan luas dan besar.
  2. Mengoptimalkan brand sentimentInfluencer yang dikenal karena konten mereka yang jujur dan autentik.
  3. Membangun brand trust Niche influencer yang terkenal karena suka membuat konten autentik.
  4. Menciptakan engagement Micro-influencer yang relevan dengan engagement rate yang tinggi.
  5. Menciptakan konversi – Gabungkan influencer top dan mid-level, juga micro-influencer dengan beragam niche yang relevan.
  6. Mempromosikan launching produkIndustry expert dan niche influencer dengan jangkauan audiens yang signifikan.

Ini hanyalah beberapa contoh tipe influencer yang bisa Anda ajak untuk bekerja sama, berdasarkan sejumlah target influencer marketing yang paling umum.

Begitu Anda sudah memutuskan tipe influencer yang akan diajak bekerja sama, maka Anda bisa juga menggunakan bantuan tools atau platform pihak ketiga untuk menemukan influencer yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tools ini memudahkan Anda mencari dengan menggunakan keyword yang relevan. Anda kemudian akan mendapatkan daftar komprehensif influencer dengan stats dari setiap influencer tersebut, termasuk jumlah follower, lokasi, engagement rate dan masih banyak lagi.

3. Beri kompensasi yang sesuai

Menurut Altimeter dan TapInfluence, kesalahan terbesar dalam influencer marketing adalah gagal memberikan kompensasi yang layak untuk influencer Anda. Influencer membiarkan Anda menggunakan influence mereka untuk menjangkau audiens yang relevan.

Sudah selayaknya Anda memberikan kompensasi yang adil untuk hal tersebut.

Di saat bersamaan, sejumlah bisnis kecil dan menengah memiliki bujet yang lebih terbatas. Jika demikian halnya, maka Anda harus merencanakan bujet dengan sangat hati-hati.

Buat model kompensasi yang menguntungkan Anda dan influencer.

Berikut lima model kompensasi influencer yang paling efektif:

  1. Cost per engagement – Ini adalah bentuk kompensasi kepada influencer sesuai dengan jumlah engagement yang mereka dapatkan melalui konten mereka. Menurut studi Linqia, ini adalah model kompensasi paling efektif.
  2. Cost per click – Dengan cost per click, Anda memberi kompensasi influencer berdasarkan jumlah klik menuju landing page Anda. Ini juga sama efektifnya dengan model cost per engagement.
  3. Pay per post – Dengan model ini, Anda membayar influencer dengan sejumlah nominal untuk setiap post yang mereka buat untuk bisnis Anda. Ini model paling efektif ketiga, menurut marketer di dalam studi Linqia.
  4. Free product / experiences – Alih-alih kompensasi dalam bentuk uang, Anda bisa memberikan produk atau experience gratis sebagai bentuk pertukaran untuk partnership dengan mereka.
  5. Cost per acquisition – Juga dikenal sebagai “cost per conversion” atau “cost per action”, yang berarti Anda memberikan kompensasi influencer untuk sejumlah tindakan atau acquisition yang mereka peroleh. Tindakan tersebut adalah yang dilakukan audiens dan bisa berupa pengisian form, subscribe ke newsletter Anda atau melakukan pembelian.
  6. Rencanakan campaign marketing influencer

Kini, setelah Anda mengetahui cara-cara menemukan dan memberi kompensasi influencer, saatnya membuat campaign yang ingin Anda eksekusi. Ada banyak modelnya, pilih yang paling cocok untuk brand Anda serta sesuai dengan target Anda.

Tiga jenis influencer marketing campaign yang paling efektif adalah:

  1. Menjual produk dan jasa melalui Instagram
  2. Mengadakan kontes giveaway
  3. Mebuat konten yang unik dan menarik

Kesimpulan

Kini, Anda sudah memahami lebih baik tentang influencer marketing dan bisa memikirkan ide yang lebih cemerlang untuk melakukan campaign yang tepat buat brand Anda. Agar target marketing Anda tercapai, konsultasikan strategi bisnis Anda bersama Maxsol. Maxsol merupakan perusahaan digital creative yang siap untuk memberikan solusi tepat buat bisnis Anda. Optimalkan strategi bisnis digital Anda bersama Maxsol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *