Perubahan Inovasi Teknologi yang Mendukung New Normal

Pandemi corona yang tidak kunjung berakhir ini membuat masyarakat mau tidak mau harus menerapkan new normal. Penerapan new normal ini bertujuan untuk kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sempat terhambat atau bahkan terhenti pada beberapa perusahaan. Meski telah ditetapkan adanya new normal, namun masyarakat tetap harus menerapkan physical distancing dengan berjarak minimal 1 meter antara orang yang satu dengan yang lain. Penerapan physical distancing akan membuat penyebaran virus menjadi terhambat meski masyarakat mulai beraktivitas seperti sebelumnya.

Inovasi Teknologi New Normal
Inovasi Teknologi New Normal

Kemunculan pandemi sendiri tentu akan mempengaruhi bagaimana kebiasaan seseorang dalam belanja. Kebiasaan belanja secara konvensional dan berdesak-desakan menjadi hal yang perlahan hilang sejak kemunculan pandemi. Hal ini membuat banyak orang mulai memilih untuk bertransaksi secara online. Baik itu untuk membeli kebutuhan harian seperti bahan makanan, membeli produk fashion, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan transaksi online proses belanja tentu akan lebih aman dan juga mudah. Aktivitas belanja online bisa dikatakan sebagai win win solutions antara penjual dan pembeli. Di mana transaksi jual beli masih tetap berjalan meski tanpa bertatap muka secara langsung. Pengalaman belanja tanpa sentuhan tersebut diklaim memberikan pengalaman yang lebih baik dibandingkan belanja online yang membuat konsumen tidak bisa melihat produk secara langsung.

Inovasi teknologi new normal ini juga memunculkan istilah baru dalam dunia shopping yang disebut dengan touchless shopping. Pengalaman belanja satu ini membuat konsumen bisa melakukan belanja secara langsung namun dengan tidak melakukan sentuhan yang berlebihan. Menariknya, sebuah penelitian yang dilakukan masyarakat Amerika Serikat menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih touchless shopping dibandingkan dengan online shopping. Lalu, bagaimana penerapan nyata dari touchless shopping experience ini? Simak ulasan berikut ini.

Touchless Parking

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai touchless shopping, konsumen akan dihadapkan dengan teknologi touchless parking. Inovasi terbaru ini mengajak konsumen untuk sejenak meninggalkan apa itu kartu parkir dan mulai memanfaatkan teknologi. Pasalnya, kartu parkir yang diberikan karyawan pada konsumen bisa menjadi perantara dari penyebaran virus itu sendiri.

Sebagai gantinya, sebaiknya pusat perbelanjaan mulai menerapkan pembayaran parkir secara online. Salah satu caranya yakni dengan menyiapkan sebuah kode QR yang bisa discan konsumen saat akan membayar parkir. Inovasi terbaru ini akan mengurangi adanya interaksi secara langsung. Di sisi lain, proses pembayaran parkir pun akan terasa lebih mudah dan juga cepat, bukan? Setelah berhasil melakukan pembayaran, portal penjagaan bisa secara otomatis terbuka dan konsumen bisa memasuki area belanja.

Hand Sanitizer Otomatis

Hand sanitizer menjadi benda yang wajib ada di area depan (lobby) pusat perbelanjaan. Di mana setiap konsumen harus selalu menggunakan hand sanitizer saat akan melakukan aktivitas belanja. Agar penggunaannya lebih maksimal, pilih hand sanitizer yang dapat digunakan secara otomatis tanpa perlu disentuh atau ditekan terlebih dahulu. Penggunaan hand sanitizer menunjukkan bahwa protokol kesehatan benar-benar dijalankan guna mencegah penyebaran virus.

Keranjang belanja yang akan digunakan oleh konsumen harus selalu dalam keadaan yang bersih dan steril. Mengingat benda ini akan mudah berpindah tangan antara satu konsumen dengan konsumen yang lainnya. Sehingga persiapkan satu orang karyawan yang bertugas untuk memastikan bahwa keranjang belanja selalu dalam kondisi yang bersih dan disemprot cairan desinfektan sebelum dan sesudah digunakan. Hal ini akan membuat konsumen bisa belanja dengan lebih tenang.

Limited Customer

Jumlah konsumen yang mengunjungi toko atau brand tertentu pada departemen store jugatidak boleh sembarangan. Batasan jumlah konsumen yang masuk perlu diberlakukan. Setidaknya hanya izinkan dua orang konsumen dalam waktu yang bersamaan untuk memasuki brand tertentu. Beri batasan waktu pada setiap konsumen untuk bisa memaksimalkan aktivitas belanja setiap konsumen. Bagi konsumen yang ingin mencoba secara langsung baju yang akan dibeli, wajibkan mereka untuk menggunakan sebuah face cover pada ruang ganti. Ruang ganti dan baju percobaan tersebut juga harus disterilkan kembali setiap kali selesai digunakan.

Touchless Payment

Touchless shopping ini akan identik dengan self-checkout, di mana konsumen secara mandiri akan langsung melakukan check-out terhadap berbagai macam produk yang dibeli. Proses pemindai produk juga akan bekerja secara otomatis tanpa perlu menyentuh layar atau pad secara langsung. Untuk melakukan pembayaran sendiri, konsumen juga akan dihadapkan oleh teknologi touchless payment. Proses pembayaran tidak lagi menggunakan cash, melainkan menggunakan kartu debit, kartu kredit, atau bahkan dompet digital. Proses pembayaran ini akan mengurangi adanya interaksi secara langsung antara pembeli dan penjual.

Layanan Pick Up at Store

Perwujudan dari touchless shopping lainnya juga bisa dilakukan dengan menghadirkan layanan pick up at store. Layanan satu ini membuat konsumen bisa mengambil produk yang dibeli secara langsung dengan mengunjungi toko. Setelah melakukan pembelian, pihak toko bisa langsung mengemas produk tersebut. Sehingga saat konsumen tiba, mereka bisa langsung mengangkut produk yang telah dipesan dan dibayar secara online. Layanan ini akan sangat memudahkan konsumen yang membeli produk dengan ukuran yang besar dan enggan membayar layanan pengiriman barang.

Berdasarkan ulasan di atas, bisa dikatakan bahwa touchless shopping berperan dalam mengurangi penyebaran virus corona itu sendiri. Bahkan proses belanja seperti ini bisa saja akan tetap diterapkan meski pandemi nanti telah berakhir. Mengingat aktivitas belanja yang menggunakan teknologi ini memberikan pengalaman yang lebih mudah dan praktis.

Agar penerapan touchless shopping dapat lebih maksimal, jangan lupa untuk memanfaatkan website dan sosial media yang dimiliki guna memberikan penawaran yang menarik untuk konsumen. Penawaran yang Anda berikan bisa berupa kupon digital, potongan harga, atau kampanye media sosial lainnya. Untuk membantu Anda dalam mengatur berbagai macam konten digital yang perlu diterapkan, Anda bisa menghubungi Maxsol. Perusahaan Digital Industry ini telah berpengalaman dalam memberikan solusi terbaik pada berbagai macam perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *